Jumat, 25 April 2014

Kata Orang Singapore Tentang Indonesia, "WORLD NEED INDONESIA"

Awesome Indonesia - Waktu surf di google, gak sengaja ketemu satu artikel menarik dan membuat sedikit terharu dan agak malu juga waktu membacanya. Artikel tersebut isinya tentang percakapan orang Indonesia dengan orang dari Singapura, tetangga kita. Ini dia percakapanya yang di kutil dari pulsk.com 

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe... 

"Your country is so rich!" 
(Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu...) 

"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia"

"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world. Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"

"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang-orang indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar-benar panik, sangat terasa we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana-mana. lihatlah negara kami air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI."

"Belilah dari petani-petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri." 

Bagaimana? Ternyata negara kita ini sangat kaya ya? Hmmm... Mulai saja dari diri kita masing-masing. Banggalah menjadi Indonseia dan pertahankanlah itu.

Sumber : 7nfinity

Hal-Hal Yang Mungkin Kamu Belum Tahu Tentang Ayahmu

 
Ayah - Beberapa hal yang perlu kita tau tentang Ayah kita, jika selama ini kita membahas bagaimana peran seorang Ibu yang luar biasa, kali kita juga perlu tau bagaimana seorang Ayah, yang dikutip dari cpartikel.com

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.

7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.

11. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.

12. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.

13. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

14. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

15. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

16. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan"

17. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

18. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

19. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

20. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.

22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".

23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.

24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.

26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.

27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).

30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya."

33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".

34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.

36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.

37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

 
Sumber : 7nfinity

Selasa, 22 April 2014

Untuk Kita Renungkan : SURAT DARI TAHUN 2070




Melihat judulnya, surat ini terdengar seakan-akan datang dari tahun 2070. Namun sebenarnya surat ini bukanlah surat yang datang dari tahun 2070, melainkan suatu gambaran tentang masa depan yang dibuat oleh Ria Ellwanger pada tahun 2002 dan telah diterjemahkan oleh Yuli Suliyanti pada tahun 2007.

Gambaran ini merupakan pernyataan bahwa manusia harus diberikan gambaran yang negatif dulu baru mau berubah. Memang hal ini cukup efektif apabila kita melihatnya, mudah-mudahan semua yang membaca akan mau mengubah mulai dari dirinya sendiri, keluarga dan semua orang yang dikenal. Dengan melihat gambaran ini juga kita bisa membayangkan “apabila… apabila….” yang akan terjadi, yang mungkin tidak pernah tersirat sebelumnya.


ISI SURAT :

"Aku baru berusia 50 tahun, tapi penampilanku seperti seseorang berumur 85 tahun. Aku menderita gangguan ginjal serius,karena aku tidak minum cukup air. Aku takut aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Aku adalah salah satu orang tertua di masyarakat ini".

"Aku ingat ketika aku masih anak berumur 5 tahun, Semuanya tampak berbeda. Ada banyak pohon di taman, rumah dengan kebun yang indah, dan aku bisa menikmati mandi selama setengah jam. Saat ini kami menggunakan handuk dengan minyak mineral untuk membersihkan kulit kami. Sebelumnya, wanita memiliki rambut yang indah. Sekarang, kami harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air. Lalu, ayahku dulu mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang. Sekarang, anakku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu".

"Aku ingat bahwa dulu ada peringatan : HEMAT AIR ! di poster-poster , radio dan TV , tapi tidak diperhatikan. Kami pikir air akan selalu tersedia untuk selamanya. Sekarang, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi. Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang dramatis".

Desalinasi tanaman merupakan sumber utama tenaga kerja, dan pekerja menerima sebagian dari gaji mereka dalam bentuk air minum. Serangan bersenjata di jalanan untuk satu jerigen air sangat umum terjadi. dan 80% makanan saat ini adalah sintetik.

Sebelumnya, jumlah yang direkomendasikan untuk minum air untuk orang dewasa adalah 8 gelas per hari. Saat ini, aku hanya diperbolehkan minum setengah gelas per hari. Kami sekarang harus mengenakan pakaian sekali pakai, dan ini meningkatkan jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank sekarang, karena sistem pembuangan limbah tidak bekerja karena kurangnya air. Tampilan luar dari populasi sungguh mengerikan: berkerut, tubuh kurus karena dehidrasi, penuh luka yang disebabkan oleh radiasi ultra violet yang sekarang lebih kuat tanpa perisai pelindung dari lapisan ozon. Kanker kulit, infeksi gastrointestinal dan saluran urine adalah penyebab utama kematian. Karena pengeringan yang berlebihan kulit orang-orang muda yang berusia 20 tahun terlihat seperti 40 tahun.

Ilmuwan menginvestigasi, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini. Air tidak dapat diproduksi, oksigen juga terdegradasi akibat kurangnya pepohonan dan vegetasi, dan kapasitas intelektual generasi baru sangat terganggu. Morfologi spermatozoa pada pria telah berubah banyak. Akibatnya, bayi dilahirkan dengan defisiensi, mutasi dan kelainan bentuk fisik.

Pemerintah mengharuskan kami membayar udara yang kami hirup, 137 m3 per hari untuk setiap orang dewasa. Orang-orang yang tidak mampu membayar akan diusir dari "zona yang berventilasi" zona berventilasi berupa paru-paru mekanik yang sangat besar dengan tenaga matahari. Udara tidak berkualitas baik, tapi setidaknya orang bisa bernapas.

Di beberapa negara, di mana masih ada beberapa zona hijau dilintasi oleh sungai, tempat ini dijaga oleh tentara bersenjata berat. Air menjadi harta yang sangat didambakan, lebih berharga daripada emas dan berlian. Di mana aku tinggal, tidak ada pepohonan, karena jarang sekali hujan. Ketika terjadi presipitasi, itu adalah hujan asam. Musim telah terpengaruh oleh uji atom dan oleh kontaminasi dari polusi industri abad ke-20 .

Kami telah diperingatkan untuk menjaga lingkungan, tapi tak ada yang peduli.

Anakku bertanya: Ayah! Mengapa tidak ada air? Kemudian, aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokanku! Aku tak bisa menahan rasa bersalah, karena aku termasuk pada generasi yang berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan Sekarang anak-anak kami harus membayar harga yang sangat tinggi!

Aku sangat percaya bahwa dalam waktu yang singkat kehidupan di bumi tidak akan bertahan lagi, kerusakan alam saat ini mencapai tahap yang tidak dapat diubah.

Bagaimana aku ingin kembali dan membuat manusia mengerti …

Bahwa kita masih punya waktu untuk menyelamatkan Planet Bumi kita..


(Dokumen ini dipublikasi di majalah “Crónica de los Tiempos” April 2002)

Jumat, 18 April 2014

Inilah Reruntuhan Rumah Nabi Muhammad SAW Dan Khadijah



Inilah Reruntuhan Rumah Nabi Muhammad SAW dan Khadijah

Banyak umat Muslim yang tidak tahu dimana rumah Nabi Muhammad SAW ketika membina rumah tangga bersama Khadijah. Saat ini (konon) berada di bawah tiang lampu. Banyak orang membaca Al Qur’an di sini untuk menghormat kepada Nabi Muhammad.

Rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) letaknya berdekatan dengan tempat mengerjakan Sa’ie, arah timur Masjidil Haram. Kawasan ini dikenal sebagai Suq al-Layl atau Shib Ali. Kini, dibangun sebuah perpustakaan dengan nama “Maktabah Makkah Al-Mukarramah”.


Mari lihat foto-foto rumah Nabi Muhammad SAW yang bersejarah:


Inilah rumah Nabi Muhammad SAW dan Khadijah selama 28 tahun




Ini reruntuhan pintu masuk kamar Nabi Muhammad SAW dan Khadijah




Ini adalah reruntuhan mihrab tempat Nabi Muhammad SAW menjalankan ibadah shalat



Di lokasi ini juga terdapat reruntuhan makam Khadijah dan putranya yang bernama Qassim.
 
Sumber : memoBee

CERITA INSPIRASI : 3 Tahun Rawat Kekasih Lumpuh, Gadis Cantik Ini Dipisahkan Orang Tua




Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali.


Sumber : Liputan6.com



Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835835/3-tahun-rawat-kekasih-lumpuh-gadis-cantik-ini-diminta-ortu-putus#sthash.5Ed3dHJY.dpuf
Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835835/3-tahun-rawat-kekasih-lumpuh-gadis-cantik-ini-diminta-ortu-putus#sthash.5Ed3dHJY.dpuf
Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835835/3-tahun-rawat-kekasih-lumpuh-gadis-cantik-ini-diminta-ortu-putus#sthash.5Ed3dHJY.dpuf
Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835835/3-tahun-rawat-kekasih-lumpuh-gadis-cantik-ini-diminta-ortu-putus#sthash.5Ed3dHJY.dpuf
Tragis sekali kisah percintaan gadis China bernama Yang Nan dengan kekasihnya Yan Hongbo. Ia harus rela diputuskan oleh kekasihnya, yang lumpuh. Padahal ia begitu mencintainya.

Yang Nan yang baru berusia 23 tahun itu, rela mengabdikan diri untuk merawat kekasihnya yang lumpuh itu. Namun orangtua Yang tak setuju.

Gadis berusia 23 tahun itu pun memohon kepada kedua orangtuanya agar diperbolehkan merawatnya. Akhirnya, Yang diperbolehkan merawat Yang dengan batas waktu.

Orangtua Yang memberikan waktu baginya untuk merawat Yan Hongbo selama 3 tahun. Namun jika Yan tak bisa berjalan lagi hingga batas waktu yang telah ditentukan, Yang harus meninggalkannya alias putus hubungan sebagai kekasih.

3 Tahun berselang, Yan tak jua bisa berjalan. Yang pun memohon kepada orangtuanya agar diberikan waktu lagi untuk mengajari kekasihnya itu berjalan.

Tak tega melihat kesungguhan putrinya, orangtua Yang akhirnya memberikan waktu tambahan selama 6 bulan. Tapi lagi-lagi tak ada harapan, tak ada tanda-tanda Yan akan berjalan seperti sedia kala.

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku tahu bahwa ia dapat disembuhkan. Tapi kami tidak punya uang sekarang untuk melakukan perawatan medis. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami butuh keajaiban," ungkap nan sedih seperti dikutip Liputan6.com dari Oddity Central.

Waktu tambahan selama 6 bulan itu pun bergulir begitu cepat, akhirnya Yang pun harus rela meninggalkan Yan yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

"Aku tidak melihat ada masa depan jika Yang tetap bersamaku, dia memiliki masa depan yang cerah di luar sana. Jika aku tidak bisa kembali berjalan, aku memintanya untuk berjanji akan melakukan apa yang orangtuanya inginkan," ucap Yan.

Akhirnya, Yang dan Yan pun berpisah.



Teman Baik

Yan yang berusia 27 tahun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, setelah kecelakaan sepeda motor yang begitu mengerikan pada tahun 2009. Yan yang merupakan seorang mekanik kendaraan, ketika itu sedang mengendarai sepeda motornya di jalan licin di bawah guyuran hujan. Ia pun tergelincir dari tebing. Yang terjatuh lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.

Tapi kesengsaraan Yan tidak benar-benar berakhir di sana. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya bertengkar hebat, tentang situasi itu. Ayahnya diduga memukul ibunya. Itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab kematian sang bunda. Ayah Yan pun lalu di penjara, meninggalkan Yan hidup dalam kondisi cacat sendirian.

Pada saat kecelakaan itu terjadi, Yan dan Yang hanyalah teman baik. Mereka bukanlah sepasang kekasih.

Ketika Yang membaca tentang cerita Yan di koran, dia iba dan mengunjunginya. Melihat kondisi Yan seperti itu, Yang tak tega dan ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Lalu Yang merawat Yan sepenuh waktu. Dia menelepon orang tuanya untuk memberitahu apa yang dilakukannya. Hingga 3 tahun lamanya sesuai izin orangtuanya.

Sayangnya, sepertinya Yan tak bisa kembali normal dalam keadaan seperti dulu. Pasangan muda itu harus rela berpisah.

Meski Yan ingin Yang untuk tinggal bersamanya, merawatnya. Tapi dia ingin Yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sekarang dia hanya bisa berharap ayahnya dibebaskan dari penjara untuk merawatnya. Karena ia benar-benar hidup seorang diri, tanpa kekasihnya, Yang. Yang kini sudah pindah kembali ke rumah orangtuanya.

Semoga, kisah cinta mereka di kemudian hari bisa berakhir bahagia. Dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi mereka untuk dipersatukan kembali. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835835/3-tahun-rawat-kekasih-lumpuh-gadis-cantik-ini-diminta-ortu-putus#sthash.5Ed3dHJY.dpuf

Cerita Inspirasi : TOKO YANG MENJUAL CALON ISTRI

Cerita Inspirasi, Toko yang Menjual Calon Istri

Sebuah toko yang menjual istri baru saja dibuka di sebuah kota besar. Para pria dapat memilih seorang istri di dalamnya. Di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan peraturan untuk memilih wanita yang ada di toko tersebut.

“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini di setiap lantai satu kali.”

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai. Di setiap lantainya terdapat sebuah kelompok calon istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai calon istri tersebut.

Pria yang datang dapat memilih wanita di lantai satu atau lantai berikutnya, tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya, kecuali keluar dari toko. Alkisah, seorang pria datang ke toko istri tersebut untuk mencari calon istri.

Di lantai 1, terdapat tulisan seperti ini: “Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat kepada Tuhan.” Pria itu tersenyum merasa senang. Kemudian ia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2, terdapat tulisan seperti ini: “Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat kepada Tuhan, dan senang anak kecil.” Pria itu makin bersemangat dan berpikir di lantai atas pasti lebih bagus lagi, dan ia pun naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3, pria itu menemukan tulisan seperti ini: “Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, dan cantik sekali.” Pria itu menggumam, “Wah, sudah oke banget sih, tapi kan masih ada dua lantai lagi, naik lagi ah…. Lihat lagi.”

Sampailah pria itu di lantai 4, dan ia menemukan tulisan seperti ini: “Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik sekali, dan suka memasak.”

Pria itu berseru, “Wow! Aku hampir-hampir tak percaya.”

Namun, ia tetap melanjutkannya ke lantai 5. Dan, ia menemukan tulisan seperti ini: “Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik sekali, suka memasak, dan humoris.”

Pria itu tergoda untuk berhenti, tetapi rasa penasarannya membuat ia naik lagi. Gumamnya, “Ah, siapa tahu ada satu tambahan yang oke lagi.”

Ia pun melangkah menuju ke lantai 6 dan mendapati tulisan seperti ini: “Anda adalah pengunjung yang ke-3.888.999. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini membuktikan bahwa para pria di dunia tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko ‘istri’.”

Semoga dengan membaca ilustrasi pengalaman tadi, membuat kita lebih bijaksana dalam menentukan suatu pilihan dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.

Sumber : memoBee

Selasa, 15 April 2014

WOW.... Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak

Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak
Zionnghaka Chana (kanan) menjadi pria dengan keluarga terbesar di India. Ia memiliki 39 istri serta 127 anak dan cucu yang hidup dalam satu rumah. (Reuters)


 Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak
Rumah empat lantai dan 100 kamar yang dihuni oleh keluarga Zionnghaka Chana di Mazoram, India. Chana merupakan seorang pemimpin sekte religius yang tidak membatasi jumlah istri yang boleh dinikahi. (Dailyamil.co.uk)


Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak
Salah satu istri Chana mempersiapkan makan bagi seluruh keluarga. Untuk sekali makan dibutuhkan 30 ekor ayam, 60 kg kentang dan 100 kg beras. (REUTERS)


Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak
Sejumlah keluarga Chana berangkat ke gereja dengan sebuah pick up. Karena besarnya jumlah anggota keluarga, Chana selalu didekati para caleg dan politikus setiap pemilu. (REUTERS)


Pria Ini Beristri 39 dan Mengasuh 127 Anak
Zionnghaka Chana (depan) berpose dengan 39 istrinya. Keluarga ini memiliki sekolah, peternakan, kebun, dan bengkel kayu sendiri untuk memenuhi kebutuhan hariannya. (Dailymail.co.uk)

Sumber : Tempo.Co

Selasa, 08 April 2014

Asal Mula Nama Negara "INDONESIA"


Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).

Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
"... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah "Indonesia". Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:

"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".

Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

Identitas Politik
Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya :

"Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia".

Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini. Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Dan setelah itu lahirlah bangsa INDONESIA.




Sumber : Merdeka.Com