Senin, 14 Oktober 2013

Renungan Jelang Hari Raya Qurban Idul Adha 1433 H

 
Tanpa terasa besok kita akan memasuki Hari Raya Idul Adha 1433 H. Idul Adha sangat identik dengan Hari Raya Qurban. Bicara tentang qurban, kisah berikut ini sangat menarik untuk kita jadikan bahan renungan. Kisah ini berkaitan dengan pengorbanan seorang anak kepada orang tuanya. Selamat menyimak dan mengambil hikmahnya.

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa harganya Pak?”.
“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 ribu deh", harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar", kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.
Oleh: Ust. Aidil Heryana
 

Sebuah Kisah Yang Akan Membuat Kita Lebih Menghargai Kebersamaan


Arti Sebuah Kebersamaan - Seorang Gadis memberi sebuah tantangan kepada kekasihnya, tantangan tersebut adalah sang kekasih tidak boleh berhubungan dengannya, baik itu melalui telepon atau SMS selama satu hari penuh.

Sang kekasih pun menyanggupi tantangan tersebut. Dan sang Gadis berkata lagi, "Jika kamu berhasil melaluinya, aku akan mencintaimu selamanya." Namun, sang kekasih tidak mengetahui bahwa sang Gadis memang hanya memiliki hidup tinggal 24 jam lagi saja, karena penyakit kanker yang dideritanya.

Keesokan harinya, Pria sang kekasih gadis ini pun pergi ke rumah gadis tersebut, karena dia merasa telah berhasil dengan tantangan yang di berikan oleh kekasihnya. Namun setibanya di rumah gadis kekasihnya itu, pria tersebut terdiam dan hanya meneteskan air mata yang tak hentinya mengalir membasahi pipinya karena melihat kekasih hatinya yang terbaring tak bernyawa.

Gadis kekasihnya tersebut meninggalkan sepucuk surat untuknya. dan isi dari surat tersebut adalah, "Kamu telah berhasil Sayangku, bisakah kamu melakukannya setiap hari? I WILL ALWAYS LOVE YOU FOREVER".

Pria tersebut kembali menangis setelah membaca surat dari kekasihnya yang kini telah tiada tersebut. Dan akhirnya dia mengerti arti tantangan dari kekasinhya itu.

Pesan dari cerita di atas, jangan pernah melewatkan setiap waktu kebersamaan dengan orang terkasih kita, karena kita tidak pernah tau kapan kita akan kehilangan mereka untuk selamanya.


( Sumber : 7nfinity )

Belajar Dari Wortel, Telur Dan Biji Kopi

 


Saat kita mengalami berbagai kesulitan, apakah kita menjadi seperti wortel, telur, atau kopi?
Cerita berikut ini bisa jadi bahan renungan.

Seorang anak perempuan mengomel kepada ayahnya tentang kehidupannya dan bagaimana keadaan sungguh sangat berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana ia menanganinya dan ia ingin menyerah. Ia lelah untuk terus bertarung dan berjuang. Sepertinya ketika satu masalah diselesaikan timbul masalah lain.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur, lalu mengisi 3 panci dengan air dan meletakkannya di api. Tak lama, air di ketiga panci itu mulai mendidih. Di satu panci ia meletakkan Wortel, di panci lain ia meletakkan Telur, dan di panci terakhir ia meletakkan Biji Kopi. Ia membiarkannya mendidih, tanpa berkata sepatah kata apapun.

Anak perempuannya dengan tidak sabar bertanya-tanya dalam dirinya apa yang ayahnya lakukan. Ia memiliki masalah, dan ayahnya membuat ramuan aneh. Setengah jam kemudian, sang ayah berjalan ke kompor dan mematikan apinya. Ia mengambil Wortel dan Telur lalu meletakkannya di piring. Kemudian mengambil Kopi dari panci terakhir dan meletakkannya di gelas. Sang ayah bertanya, "Sayang apa yang kamu lihat,"
Dengan cepat, ia menjawab, "Wortel, telur, dan kopi."
Sang ayah membawanya lebih dekat dan memintanya untuk meraba Wortel. Ia melakukannya dan merasakan Wortel itu sudah lunak. Sang ayah lalu menyuruhnya mengambil Telur yang sudah direbus itu dan memecahkannya. Setelah membuka cangkang telur, ia mengamati isinya yang padat. Akhirnya, sang ayah menyuruhnya untuk meminum sedikit kopinya. Wajahnya berkerut merasakan kekuatan rasa kopi itu.
Ia bertanya, "Apa maksud dari ini semua ayah?"
Sang ayah menjelaskan, "Setiap benda ini mengalami hal yang sama, 100 derajat air panas. Tetapi setiap benda ini bereaksi secara berbeda."
"Wortel pada mulanya masuk dengan keadaan kuat dan keras. Tetapi setelah melalui air mendidih, ia menjadi lunak dan lemah."
"Telur sangatlah rapuh. Cangkang luar yang tipis melindungi cairan di dalamnya. Tetapi setelah berada dalam air mendidih, dalamnya menjadi mengeras."
"Akan tetapi biji kopi adalah unik. Setelah mereka berada di air mendidih, ia menjadi semakin kuat dan kaya rasa dan baunya." "Yang mana dirimu?"
Sang ayah bertanya pada anak perempuannya.
Ketika kesulitan mengetuk pintumu, bagaimana kamu menanggapinya?
Apakah kamu adalah Wortel, Telur, atau Biji Kopi?
Apakah kamu WORTEL yang terlihat kuat, tetapi dengan sedikit rasa sakit, kesulitan, panas kamu menjadi lesu dan lunak tanpa kekuatan?
Apakah kamu TELUR, yang awalnya memiliki hati yang lunak dan semangat yang terus mengalir seperti cairan? Tetapi setelah sebuah kematian orang terdekatmu, sebuah perpisahan, sebuah perceraian, sebuah PHK kamu menjadi keras dan kaku. Cangkangmu terlihat sama, namun kamu hati dan jiwamu berubah menjadi sangat keras dan kaku.

Atau kamu seperti BIJI KOPI? Biji kopi tidak mendapatkan rasa dan aroma yang kuat sampai ia dipanaskan dalam air mendidih 100 derajat. Ketika keadaan semakin buruk, kamu justru semakin baik. Ketika hari-hari semakin kelam, ujian-ujian semakin berat, jiwamu justru naik ke level selanjutnya.

Bagaimana kamu menangani kesulitan? Apakah kamu wortel, telur, atau biji kopi?
( Sumber : 7nfinity )

Hal-Hal Yang Tak Ternilai Harganya Di Hidup Kita

Kebahagiaan, Kebersamaan, Sukacita adalah sebagian kecil hal menakjubkan di dalam hidup ini. Banyak yang berangapan semua itu dapat di peroleh dengan uang. Memang uang juga penting dalam beberapa hal penunjang, namun ada beberapa hal juga yang tak dapat di nilai dan di beli dengan uang dalam hidup ini. Dan Sering kali kita tak sadar dan malah mengabaikannya.

WAKTU
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi atau di beli. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. Belajarlah untuk hidup seperti hari itu adalah hari terakhir anda.

KEBAHAGIAAN
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, rumah mewah, mobil sport edisi terbatas, beli pesawat mungkin?! Tapi kesemuanya itu bersifat semu, kebahagiaan yang anda peroleh juga semu. Uang tak dapat menghadirkan secercah kebahagian terdalam di hati anda.
 
KEBAHAGIAAN ANAK
Memang dengan uang anda dapat membelikan barang-barang terbaik untuk anak anda, mainan, baju dan segala kebutuhannya. Namun jika anda kurang meluangkan waktu untuk mendengar cerita dan keluh kesah mereka, apa mereka bahagia? Perhatian, waktu, cinta dan rasa aman yang anak anda perlukan tak dapat di beli dengan uang. Dan yang paling mahal adalah senyum bahagia di wajah mereka ketika menyambut anda dan memberikan pelukan kepada anda dan ciuman kecil. Itulah penghargaaan terbesar yang tak dapat di ganti dengan apapun.
 
CINTA
Dewasa ini memang banyak cinta yang dapat "di beli" dengan uang. Rasa tertarik karna harta dan kedudukan. Sudah bukan rahasia lagi bukan? Tetapi coba kita lihat, apakah merea bahagia? Cinta adalah hal terumit dan terindah di dunia ini. Orang rela melakukan apa saja demi Cinta. Cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Cinta tak dapat di ukur, di lihat atau di beli. Tetapi di rasakan dan di jaga.
 
PENERIMAAN
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
 
KESEHATAN
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu. Dan hal terpenting, bagaimana bisa bahagia kalau tidak sehat?

KESUKSESAN
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri. Ada sedikit tips, untuk bisa sukses, lakukanlah apa yang anda cintai, jika anda merasa anda bekerja keras, berarti anda sedang melakukan hal yang tidak anda cintai, itu sama saja dengan membuang-buang waktu.
 
BAKAT
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
 
SIKAP YANG BAIK
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang. Jadi berbuat baiklah mulai dari sekarang, jangan menunggu kaya dan ber-uang dulu, karna berkat dan perhatian bukan berupa uang saja. Sapaan ramah dan senyum iklas dan hangat contohnya.
 
KEDAMAIAN
Inilah tujuan akhir dari semuanya, KEDAMAIAN. Uang tak dapat membeli kedamaian, jika memang bisa, sudah tidak ada lagi perang di dunia ini. Kedamaian utuh di dalam hati, tinggal bersama orang-orang yang kita cintai dan yang membuat kita bahagia, tentram dan damai, semua itu tak dapat di ukur dengan uang.

Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dan penuh dengan rasa syukur. Mengukur semuanya tidak dengan sudut pandang materi, sekali lagi uang memang penting, dan semuanya butuh uang, tetapi satu hal, uang bukan segala-galanya. Have a nice day and Semoga Allah Memberkati...

( Sumber : 7nfinity )

Berapa Harga Oksigen Yang Kita Hirup Setiap Hari ?


Ada tidak yang pernah bertanya dalam hati, berapa banyak sih oksigen yang kita hirup setiap harinya secara gratis? Dan berapa harganya? Seperti yang kita tau, Oksigen di jual dan sangat di perlukan dalam berbagai bidang, seperti kesehatan hingga industri.

Mari kita hitung, berapa banyak sih oksigen yang kita hirup per harinya dan berapa pula harganya.

Manusia dewasa umumnya menghirup sekitar 7 sampai 8 liter udara per menitnya. Dengan catatan, kita beraktivitas secara normal, di luar olahraga yang bisa membuat konsumsi udara sampai berkali-kali lipat. Kalau dijumlah sehari, kita bisa menghirup udara sekitar 11.000 liter. Dari jumlah total udara tersebut, jumlah Oksigen yang kita hirup berkisar 20% dari jumlah tersebut atau sekitar 2.200 liter Oksigen dalam sehari. 79% sisanya adalah Nitrogen dengan volume sekitar 8.690 liter.

Kalau dihitung dengan harga jual Oksigen yang beredar sekarang, yaitu sekitar Rp. 25.000,- per liter dan Nitrogen Rp.9.950,- per liter kita bisa menghirup Oksigen senilai Rp. 5.500.000,- dan nitrogen sekitar Rp. 86.465.500,-. Bisa di bayangkan? Kita membutuhkan biaya sekitar Rp. 91.965.500,- per hari. Jumlah yang sangat besar dan mustahil kita bisa mendapatkannya setiap hari.

Bagaimana? Udara adalah salah satu fasilitas gratis yang di berikan kepada kita, serta masih banyak fasilatas gratis lainnya dari Sang Pencipta. Jadi bersyukurlah selagi kita bisa menikmati semuanya...

( Sumber : 7nfinity )

12 Kutipan Super Pembangkit Semangat

 
Ada kalanya di mana kita benar-benar terpuruk dan kehilangan semangat untuk mengejar impian dan visi kita. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, termasuk saya sendiri. Impian memang menjadi tujuan hidup orang yang memilikinya. Dan sering kali menjadi berat untuk di capai karna hal-hal tertentu.

Dan berikut ini ada 12 kutipan dari orang-orang terkenal yang bisa membantu meningkatkan semangat kita mengejar mimpi-mimpi kita dan meraihnya. Berikut ke 12 kutipan inspiratif tersebut yang di rangkum oleh [Inc.com]

1. Napoleon Hill
“Cherish your visions and your dreams as they are the children of your soul, the blueprints of your ultimate achievements.”
“Perlakukan mimpimu dan visimu seolah mereka adalah anak-anak dari jiwamu, cetak biru dari pencapaian terhebatmu.”
 
2. Brian Tracy
“The key to succes is to focus our conscious mind on things we desire not things we fear.”
“Kunci kesuksesan adalah untuk memfokuskan pikiran sadar kita pada apa yang kita inginkan, bukan pada hal yang kita takuti.”
 
3. Dale Carnegie
“Succes is getting what you want. Happiness is wanting what you get.”
“Sukses itu adalah mendapatkan apa yang Anda inginkan. Kebahagiaan adalah menginginkan apa yang Anda dapatkan.”
 
4. Og Mandino
“Obstacles are necessary for success because in selling, as in all careers of importance, victory comes only after many struggles and countless defeats.”
“Rintangan diperlukan bagi kesuksesan karena dalam penjualan, seperti juga pada semua karir yang penting, kemenangan selalu datang setelah berbagai macam kekalahan dan perjuangan.”
 
5. Tony Robbins
“A real decision is measured by the fact that you've taken a new action. If there's no action, you haven't truly decided.”
“Keputusan yang sebenarnya diukur dari tindakan. Jika tak ada tindakan, maka sebenarnya Anda belum benar-benar memutuskan.”
 
6. The Book of Proverbs
“If you can’t control your anger, you are as helpless as a city without walls waiting to be attacked.”
“Jika Anda tak bisa mengontrol kemarahan, Anda sama tak berdayanya dengan kota tanpa tembok yang menunggu diserang".

7. Harvey Mackay
“A mediocre person tells. A good person explains. A superior person demonstrates. A great person inspires others to see for themselves.”
“Orang biasa hanya bicara. Orang yang baik akan menjelaskan. Orang yang lebih tinggi akan menunjukkan. Orang hebat akan menginspirasi orang lain untuk melihat diri mereka sendiri.”
 
8. Jack Vance
“Freedom, priviledges, options, must constantly be exercised, even at the risk of inconvenience.”
“Kebebasan, keistimewaan, pilihan, harus secara konstan dilatih, bahkan dengan risiko
ketidaknyamanan.”

 
9. Jim Rohn
“Take care of your body. It’s the only place you have to live.”
“Jagalah tubuhmu dengan baik. Karena itu satu-satunya tempatmu hidup.”
 
10. Zig ziglar
“You can have everything in life you want, if you will just help other people get what they want.”
“Anda bisa mendapatkan semua hal yang diinginkan dalam hidup, jika Anda mau menolong orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.”
 
11. Tom Hopkins
“The number of times I succeed is in direct proportion to the number of times I can fail and keep on trying.”
“Jumlah kesuksesanku sama dengan jumlah kekalahanku dan jumlah kesempatanku untuk terus berjuang.”
 
12. Seth Godin
“You have everything you need to build something far bigger than yourself.”
“Anda memiliki semua yang Anda perlukan untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri.”
 
Semoga dapat menginspirasi kita semua. Intinya jangan pernah menyerah. Bertahan dan Pantang Menyerah, banyak orang berhasil dengan cara ini, dan tidak sedikit pula yang gagal dan menyerah selamanya. Sukses selalu..

( Sumber : 7nfinity )

Kata Kata Inspiratif STEVE JOBS



Siapa yang tidak kenal dengan Steve Jobs? Ya, pendiri Apple© ini adalah seorang yang sangat jenius dan inovatif.
Dialah yang menemukan berbagai perangkat teknologi revolusioner seperti iPod, iPhone dan iPad, disamping 300-an paten lain yang dilabeli dengan namanya. Bagi banyak orang, nama Steve Jobs adalah identik dengan inspirasi. ia tidak hanya mengubah hidup kita dengan produk yang inovatif, tetapi juga dengan kata-kata mengesankan.

Berikut kata-kata dari Steve Jobs yang sangat menginspirasi :

“Stay Hungry, Stay Foolish”

“Sometimes when you innovate, you make mistakes. It is best to admit them quickly, and get on with improving your other innovations.”
Upacara Wisuda Stanford tahun 2005 :
“Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup.
Karena nyaris semuanya, semua harapan dari luar, semua kebanggaan, semua ketakutan dan rasa malu atau kegagalan, semuanya akan musnah di hadapan maut, menyisakan apa yang penting saja.
Mengingat-ingat bahwa kalian akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk terhindar dari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kita semua telanjang. Tidak ada alasan untuk tak mengikuti hatimu.
Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu.”
( Sumber : 7nfinty )

Tasripin, Bocah 12 TAHUN yang Menghidupi Ke Tiga Adiknya


Satu Lagi Potret Menyedihkan Bangsa ini, sementara yang lain menikmati harta berlimpah hasil korupsi. Tapi masih ada Seorang Anak Muda yang Berjuang jujur untuk hidupnya dan adik-adiknya dengan jerih lelah yang tulus dan jujur.

Jauh di sebuah Dusun di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Tasripin (12) bocah tanggung dari Dusun Pesawahan harus hidup sendiri dan mencari nafkah untuk menghidupi ketiga adiknya Dandi (9) Riyanti (7) dan Daryo (5). Tasripin harus bekerja
di sawah agar adik-adiknya tetap bisa makan.

Di rumah bilik kayu dengan luas 5x7 meter persegi dengan satu ruang kamar luas 3x3 meter persegi dan sebuah dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan yang sangat sederhana dan hanya terdapat dua buah kursi panjang dan satu meja, beralaskan lantai semen yang sudah pecah, hidup empat bocah sebatang kara. Ayah mereka pergi bekerja di Kalimantan bersama kakak tertuanya, sementara ibunya meninggal akibat tertimbun longsor saat sedang mencari pasir satu tahun lalu.

Kini bocah-bocah tersebut harus hidup sebatang kara dan tidur dalam satu kamar dengan kasur dan bantal yang sudah tampak lusuh dengan ditutupi matras. Ketiga adiknya sangat mengandalkan kakak kedua mereka, Tasripin, yang setiap hari harus bekerja di sawah dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa padi serta menanam padi bersama warga desa pada saat masa tanam

"Ibu sudah meninggal dan bapak bekerja di Kalimantan bersama kakak," kata Tasripin, Jumat
(12/4/2013). Hampir setiap hari, Tasripin mesti pergi ke sawah untuk mencari uang demi menghidupi ketiga adiknya. Para tetangga sekitar yang simpati dengan keadaan Tasripin pun kadang sering membantu menberikan nasi maupun lauk pauk bagi bocah-bocah tersebut. Tak jarang mereka hanya makan dengan nasi seadanya namun tampak nikmat.

"Kalau berangkat ke sawah jam 7 pagi dan pulang jam 12 siang. Kadang sehari dapet Rp. 30 - 40 ribu sehari. Itu beli beras dan sayur. Sisanya untuk jajan adik," jelas bocah yang telah putus sekolah itu.

Pagi sebelum dia berangkat ke sawah, Tasripin harus memasak nasi dan sayur untuk adik-adiknya. Selain memasak, dia juga harus mencuci pakaian, menyapu serta memandikan adik-adiknya. Tapi bukan hanya sekedar memandikan dan memberikan makan untuk adik-adiknya, dia pun bertanggung jawab terhadap akhlak adik-adiknya dengan mengajak adik-adiknya salat dan mengaji di musala depan rumahnya

Tanggung jawab yang besar membuat dia harus bekerja keras, tidak jarang jika tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus mengutang beras di warung. "Kalau tidak ada uang suka utang di warung, bayarnya nanti kalau bapak pulang," katanya.

Saat ini Tasripin harus berhenti bersekolah, karena menunggak biaya SPP, sementara kedua
adiknya Dandi dan Riyanti pun tidak melanjutkan sekolah karena malu sering diejek oleh teman-temannya. Hanya Daryo, adik terakhirnya yang masih bersekolah di PAUD di dusun tersebut.
"Sudah tidak sekolah SD, hanya satu adik saya yang sekolah di Paud, Kadang saya yang biayain, kadang menunggu kiriman dari bapak," ujarnya polos.

Dulu saat sekolah dia harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mencapai tempat sekolahnya, jalan berbatu dan perbukitan serta hutan harus dilalui dia setiap harinya. Maklum, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok berada di lereng kaki Gunung Slamet dengan jumlah penduduk 319 Jiwa dengan 187 rumah.
( Sumber : 7nfinity )